Showing posts with label stressisme. Show all posts
Showing posts with label stressisme. Show all posts

11.7.11

My Name is An, and I'm Not a Terrorist Too.

"Dek, kamu udah libur kuliah kan?"
"Iya."
"Terus ngapain ke kampus terus?"
"Latian."
"Latian terus. Emang nggak capek. Emang ke kampus nggak pake ongkos. Mending kalo naik motor bisa lebih irit, ini tiap hari ngangkot. Libur tuh ya coba sana cari kerja."
"..."
Hore! Gue sampe apal dialog ini karena tiap hari diocehin beginian. Hahah!! Dengan demikian, gue dengan semangat 2011 menyatakan

Proklamasi

Gue, mahasiswa (mau) semester tujuh, menyatakan diri sedang galau-galaunya. Hal-hal yang menyebabkann kegalauan ini adalah nganggur pada saat liburan semester tiga bulan lamanya. Dan ada baiknya jika kegalauan ini dimusnahkan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Depok, hari 11 bulan 7 tahun 2011.
Atas nama hati yang sedang galau dan gundah gulana.

(Oh, Mama. Bukannya anak tak mau kerja mama. Anak sangat mau mama. Anak pengen punya duit sendiri, Mama. Tapi, Mama.. Oh, Mama.. Oh, Papa..)

Hayya.. Hati teriris.. Ini sungguh dilematis.. Gimana inih.. Liburan tiga bulan. Satu setengah bulan udah terlewati. Dan. Sisanya masih harus dijalani. Hmmm.. Gue juga pengen kerja, part time lah, atau magang lah. Tapi, nggak sempet karena masih harus ngurusin kegiatan di kampus. Nggak bisa ninggalin tanggung jawab gitu aja.

Gue juga mau kerja lagi. Hahah, enak punya duit sendiri walau nggak banyak. Udah kirim lamaran, eh tapi nggak ada balesan. Hahaha ya nasip.. Nggak apa-apalah yang penting udah usaha.

Akan tetapi, Sodara-sodara. Sekarang gue bener butuh kerjaan, Sodara. Huaaaaaaaaaahuhuhu. Hubaaa-hubaaaaa..


My name is Khan. And I'm not a terrorist.

My name is An. And i'm not a terrorist too. I'm jobless.

17.6.11

Don't Try This at Home #bukaniklan

Mama
Dek, kenapa malah bobo! Bukannya belajar! Ayo belajar sana!
Adek
Ini aku lagi belajar, Mah.. Sekalian bermain juga..
Bobo kan teman bermain dan belajar.. Daripada aku capek ngerjain satu-satu, mending aku bobo.. Bermain, iya.. Belajar, iya.. Bobo juga iya..



25.3.11

Kamu Terjebak dalam Panggung Kematian

Selamat datang selama kamu datang dengan selamat. Selamat datang selama datang masih bisa diselamatkan. Selamat datang selama selamat masih bisa datang.

Kamu telah sampai. Dari perjalanan jauh. Selama entah berapa lama berdiri dan diam di tempat, sedang pikiranmu memanjat tebing-tebing batu cadas. Matamu nun jauh di puncak pohon cemara memantau setiap atap yang semakin hari semakin lapuk semakin hitam semakin berlumut. Setelah menemukan fokus, matamu berlari menuju satu, mendobrak rumah tanpa pintu. Sia-sia, tak ada yang didobrak.

Namun, BRAK!

Dari atas, entah dari langit atau hanya sekadar dari langit-langit benda jatuh. Hitam. Panjang. lebar. Besar. Kamu tak tahu apa itu. Maka ambil jarak. Untuk tahu apa itu, barangkali indah. Ya, kadangkala keindahan memang tak bisa dilihat dari dekat. Seperti gunung, yang baru bisa kamu sebut gunung, baru bisa kamu sebut indah, baru bisa kamu sebut gunung indah, jika kamu melihatnya dari jauh. Mengambil jarak. Jika tak ada jarak, atau mungkin kamu di dalamnya, barangkali kamu tidak tahu kamu sedang menjejak tanah pegunugan.

Dari gunung, kembali ke benda hitam panjang lebar besar, yang jatuh itu. Sehabis lelah berlari, matamu terbang membumbung ke atas, melihat semuanya dengan harapan lebih jelas.

PANGGUNG! Kata bibirmu.

Apa? Panggung? Menurut penglihatan matamu, Panggung itu mampu memuat volume tubuhmu. Mata kembali ke bawah. Lalu, DUK! Gelap seketika. Ah! Bagaimana ini? Kita terjebak! Bagaimana kita bisa keluar? Berpikir berpikir berpikir!

THINK OUT OF THE BOX!

Ah, ya! Mari! Detik menit jam hari minggu bulan tahun kemudian otak berputar bergelinding di tengah roda-roda gila. Kamu, kamu, ya kamu! Aku sudah berpikir keluar dari kotak tapi mengapa aku tetap tak dapat keluar?

Bodoh. Kamu berpikir tapi tak merasa. Kamu berpikir tapi tak melihat. Coba lihat, ini baru satu kotak. Asal kamu tahu, di depan masih ada 99 kotak lagi.

28.2.11



I wanna sleep in a matchbox
just like Jerry does.




image source http://www.notcot.org/
retouch by sjahara ani

16.12.10



IT'S A BIG "DON'T-KNOW".

#stress

Banyak pikiran memicu banyak penyakit.
Sepertinya saya harus mengecilkan otak agar tidak sakit-sakitan.

Sja.

9.12.10

ketik REG (spasi) ALAY kirim ke mana aja boyeee..

h4LLo c3mUanYaaa.. aP kaB4rnY niEeecHh.. cemuGga bAik" aJJ yAcH..


pAd4 ke$EmPatTaNnd y4nG b3RbAhaGeEA ni, aQ gY pinGinnd b4ha5 BAHASA DAN KEHIDUPAN ALAY.. (beuh, dengernya kayak nama mata kuliah gitu ye).

ya, dari lubuk hati yang paling amat dalam sekali, gue sih ya jujur aja, dulu sebelum akhirnya bahasa tulis alay ini begitu populer di masyakat, gue pernah lho, nulis sms dengan model kayak gitu (hmm.. gue jadi berpikir, apakah gue sebenarnya adalah pelopor bahasa alay?)

hmm tapi ya nggak sampe selebay, seekstrim, dan sekreatif bahasa alay sekarang sih, paling ya cuma gede kecil doang, maklum norak, zaman dulu, baru punya henpon, ehehehe.. tapi sekarang udah nggak lagi, SuMpAAaaHH!!

kenapa gue bilang bahasa alay sekarang itu kreatif? karena ya, emang dalam menciptakan bahasa tersebut perlu daya imajinasi dan kreativitas yang tinggi, serta diperlukan adanya sinkronisasi yang cepat dan tepat antara otak dan jari tangan ketika menulis bahasa tersebut sehingga menciptakan akurasi yang tinggi. (fiuuhh -__-")

sebenernya, bahasa alay nggak jauh beda kok sama bahasa prokem yang sampe sekarang pun masih kita pake. kata-kata seperti gue, elo, bokap, nyokap, doi, doku, dan printilan-printilan lainnya itu misalnya. bahkan, bahasa prokem itu nggak cuma dipakai di ragam lisan aja, tapi juga tulisan. beda sama bahasa alay yang cuma dipakai di ragam tulis aja. (ya, nggak kebayang aja kalo kalimat seperti "h4Y qMuuuWWhh gY ApZ? k CiNi dunGkz sX aZ.." dilisankan juga, apa dibacanya bakal jadi "h-empat-y kyumuweh giy apsz? ka cini dungkazet se-eks azet", nggak kan?

bicara bahasa alay kurang lengkap rasanya kalo nggak ngomongin anak-anak "yang dianggap" alay. ya dari segi penampilan, anak-anak alay memang udah punya deskripsi sendiri. dari ujung rambut sampe ujung kaki. dari lahir maupun batin. dari model rambut, baju, celana, sepatu, tas, dan asesoris pendukung lainnya. dari selera musik juga. kalo lo suka sama band-band indonesia macem st12, kangen band, wali, dan band-band tralala trilili lainnya, berarti anak alay. bahkan, ada anak yang diidentifikasi sebagai anak alay dari mukanya! (padahal pas lahir kan dia ga pernah mesen mau muka kayak apa).

udah jadi stereotip juga ini deh kayaknya, "pokoknya, kalo di dalam diri dia ada sesuatu yang identik dengan kealayan, berarti dia anak alay!"

daripada berfantasi yang nggak-nggak tentang penampilan anak alay, yok kite liat ilustrasi benny & mice dibawah ini.



saking fenomenal fantastis dan dramatisnya fenomena alay ini, superglad pun mbikin lagu yang judule d'allays. nih die liriknye.

Banyak istilah jaman sekarang
Ada yang bilang lebih jadi lebay
Anak kampungan dibilang alay-alay
Cewek gampangan dibilang Jablay

Sms huruf gede huruf kecil bikin pusing
huruf i diganti pake tanda seru
SKRG GRUGNSK bukan PSK
Semua disingkat biar lebih cepat

Genggezna.. Oh U Kewlna.. Oh U Luthuna
Perezna.. Oh U Cantiekna.. Oh U Kepona

Foto dengan angle dari atas
Mulut sedikit manyun tanpa harus tersenyum
Maaf dibilang MUV jadi dun kita capcuz
Apa yu gy di humz?

Phutu narciezzna gy ngapz di-Facebookna
Mank yu ga gy onlen?
Chayank dah muncul Ai luph yu
Gw binun jadi dudul

Genggezna.. Oh U Kewlna.. Oh U Luthuna
Perezna.. Oh U Cantiekna.. Oh U Kepona

Jaaaayuuuuzzz.. aaaaajjiibbbb.. saaaabbiiiiiii..
Aaa..alayalayalayalay..

Genggezna.. Oh U Kewlna.. Oh U Luthuna
Perezna.. Oh U Cantiekna.. Oh U Kepona
Henggezna.. Oh U Kewlna.. Oh U Luthuna
Perezna.. Oh U Cantiekna.. Oh U Kepona

wohooooo!!

kadang-kadang gue berpikir, kalo band-band yang tadi gue sebutin itu bikin video klip terus yang jadi modelnya adalah cewek-cewek cantik dan cowok-cowok guanteng yang amat jauh dari ciri-ciri anak alay terus lagi video klip itu muncul di acara seperti dahsyat, derings, inbox, mantap, atau hip hip hura yang dibawain oleh artis-artis ibukota seperti rafi ahmad, luna maya, dan olla ramlan,


APAKAH MODEL VIDEO KLIP SERTA PEMBAWA ACARA YANG CANTIK DAN GANTENG ITU DAPAT KITA KATAKAN SEBAGAI ANAK ALAY?

kadang-kadang gue berpikir lagi, sebenarnya alay adalah suatu bentuk pemberontakan atas ketidakmampuan dan keterbatasan seseorang demi tercapainya sebuah eksistensi yang utuh. (bo'elah. ngomong apa dah gua).

terlepas dari gue adalah pelopor bahasa alay atau bukan, gue sih cuma pengen menyampaikan, kalo sebenarnya

menjadi alay itu adalah pilihan.

sama kayak lo memilih untuk menjadi apatis ketika pemilihan umum, ya menjadi alay itu pilihan. lo sebenarnya bisa aja ikut nyoblos, tapi lo memilih untuk menjadi apatis karena satu dan lain hal. ya, sama aja, lo bisa aja kok menjadi tidak alay, tapi karena satu dan lain hal, lo tetap menjalani hidup sebagaimana layaknya anak alay (analogi yang aneh).

kita boleh nggak suka sama pilihan orang lain, tapi ya sudah, sebatas nggak suka aja, nggak perlu sampe gimana-gimana juga. selama mereka nggak ngerugiin kita, ya bebas-bebas aja. selama orang-orang itu suka menjalani hidup pilihan mereka yang demikian, yo weslah! percuma aja bangsa ini ngutip kata-kata mpu tantular dari kitab sutasoma, "bhineka tunggal ika" yang dijadiin pedoman negara ini, kalo itu pedoman cuma nempel di pajangan burung garuda. betul? *zainuddin mz wanna be*

hmm.. udah ah, sampe sini aja bahas alaynya.

salam manies selalu untuk kamu,

tertanda,



DedEpphSky CiNtA qMuu cLaLUuw gAx akAnn pErnaH rApuuh :)



*gambar dan lirik lagu nyomot dari dunia maya.


6.12.10

Pagi itu indah. Tidur juga indah. Itulah mengapa saya suka tidur di pagi hari. :p

2.12.10

secuplik hitam di atas putih


ini hanyalah salah satu saat
ketika matahari paling terik
seketika mendung paling hitam

dan seketika rintik-rintik turun
menghujam genting-genting kering di usapan-usapan

5.11.10

Mau Pulsa? Beli Sendiri! :p

Baru aja gw liat iklan Esia, dan gw ngakak. (Mmm.. gak ngakak juga sih. cuma tersenyum simpul, hahaha maklum sedang merintih perih kena Pas Menstruasi Sindrom) Hahahah.. Tahu kenapa? Karena iklannya pake format SMS MAMA MINTA PULSA .

Hahaha..

Dulu gw juga pernah tuh dapet sms itu, waktu itu SMS MAMA MINTA PULSA belom ngetren jadi gw gak ngerti. Kira-kira sms-nya beginilah ya.
"Tolong belikan mama pulsa 20rb ke nomor baru mama nanti uangnya mama ganti. Penting"

Mama? Minta pulsa? Penting? Waduh, gw yang baca sms itu jadi agak khawatir dong, wah jangan-jangan kenapa-kenapa gitu, kalo dia bener-bener darurat dan emang bener-bener butuh pulsa, tapi sms-nya salah kirim buan ke anaknya tapi malah ke gw gimana?

Dan dengan agak panik, ya gw bales aja
"Maaf Anda salah kirim. Coba cek lagi nomornya."

Tapi abis gw bales kayak gitu, itu mama nyasar malah kirim sms lagi dengan isi yang sama. MAMA MINTA PULSA. Gw bales lagi dengan sms balesan yang sama pula karena gw khawatir sms yang sebelumnya gak masuk. Eh dia bales lagi denagn sms yang sama lagi. Beuh, karena capek, ya ga gw bales lagi ajah. Huhuhuhu..

Lalu, pada suatu hari yang cerah, mamah yang dapet sms. Setelah mamah dapet sms itu, gw baru nyadar, kalo SMS MAMA MINTA PULSA itu PENIPUAN. Hahahaha..

Ya, pikir aja, masa iya mamahnya mamah a.k.a nini gw ngirim sms macam tu? Hihihihi sumpah kocak gw ngakak aja berdua sama mak gw.

Tararapi, kalo gw inget respon gw pada saat itu, respon yang tadi itu, respon panik gw itu, gw cuma bisa garuk-garuk pala. (Polos apa bego yak? Heu -_-")

***

Dan Senin kemaren, 1 November 2010, pas gw lagi ngerjain tugas Semantik di perpustakaan, gw dapet sms (dengan format penulisan semirip mungkin, ya tapi kalo ga salah karena udah gw apus jg sms-nya)
"Ani".. Lg dmana? Ini aq aga.. Kmu ada temen yg jual pulsa ga/counter gt?"


Sebenernya agak heran jg sih, kok aga nulis smsnya gini yah, perasaan gak gini dah.. Dan gw juga heran, tumben Aga sms gw, gw takutnya mungkin dia mau kirim sms ke Ani-ani (temen gw ada yang dipanggilnya Ani-ani) karena gw mikirnya tanda kutip itu ( " ) dipake buat ganti angka 2, maklum banyak orang yang kek gitu.. Lalu gw bales aja..
"wah, ini dedep ga, bukan ani2.. hehe.. gak ada ga, tapi si ida..


Baru ngetik sampe di situ, tau-tau Esthi yang juga lagi ngerjain Semantik nanya gw, "Dep, ini Irna mana, ya?" *sambil nunjukkin sms*

DAAANNNNGGGG!!

Ini sms-nya SAMA BUANGGEDH dengan sms yang gw terima, cuma beda nama doaaaannggg!!

Haaaaaaahh.. Gw sama Esthi ketawa ngakaaaaaaaakk.. (Mau nipu orang tapi taunya yang ditipu sebelahan) Hahahahahaaaaaaaa..

Gw dan Esthi mikir ini orang dapet nomor dari mana.. Dan setelah proses brainstorming atau yang bahasa Indonesianya "curah gagas", didapat kesimpulan: dari poster Falasido (Maklum, gw dan Esthi adalah PJ lomba, jadi mau tak mau di poster dijembreng tuh nomor..

Dan akhirnya itu sms gw dan Esthi bales berbarengan..

"aga mna y? kok tmn gw dpt sms dr nmr ini dgn format yg sm tp ngakunya irna? hayo.. tobat aja lah.. ati2 lho ntr kl knpa2 sm situ, g ada ksmptn tobat lg.."

Hehehe.. Aduh, gw ngebayangin itu muka yang ngirim gimana ya.. Dibales sama dua orang yang mau ditipu tapi ternyata dia dapet dua sms yang sama dengan isi begitu..

Hihihihi..

Semoga aja gw ga dapet deh tuh sms-sms MINTA PULSA lagi.. Hehhhahhihuhuhuhhooooo.. :O

SEMOGA PARA PENIPU ITU CEPET SADAR DAN TOBAT YAH, CYIIIIINNTT..

Hihihihi.. Intinya sih.. Yang penting jangan gampang percaya sama sms dar nomor ga dikenal.. Ya, kalo kata Bang Napi

WASPADALAH! WASPADALAH! Kejahatan terjadi bukan hanya karena ada kesempatan tapi juga karena ada niat dari pelakunya! Jadi, WASPADALAH! WASPADALAH!!

4.10.10

Malam ini saya terlalu lelah untuk melanjutkan kisah-kisah yang telanjur dibuat. Mungkin esok baru akan saya lanjutkan kembali. Entahlah. Segala macam pikiran berkecamuk, tidak hanya di dalam kepala, tapi juga di dalam dada. Dan lagi-lagi berlari menuju mata.

Ini bukan seperti buku dongeng. Yang terdiri atas tumpuan kertas indah, menarik, dan penuh warna. Tidak membuat orang-orang tertarik dan ingin tahu. Ingin menggerakkan lehernya lalu melihat betapa menariknya dongeng itu.

Ini seperti tumpukan benang kusut. Bayangkan saja. Benang kusut. Bertumpuk. Sudah kusut, bertumpuk pula. Melihatnya saja, ogah. Apalagi ikut terjerumus dalam lilitan-lilitan benang yang kemudian akan membawa pikiranmu pada kekusutan yang tidak kalah kusutnya dengan si benang kusut?

Kalau mau saya bicara, kemuakkan itu takkan ada habisnya. Kau yang tidak mau ini. Kau yang tidak mau itu. Baiklah. Saya kerjakan semuanya. Sendiri. Walau saya bukan sosok yang mandiri. Sekali ini kukatakan, terserah. Kalau kau tidak peduli. Saya bisa lebih dari itu. Namun, saya tak mau.

Saya benar-benar lelah. Muak. Namun, saya tak akan mengucap kutuk-pastu pada sesuatu yang tidak berguna. Saya pun tak akan membagi kesedihan denganmu. Yang pasti, juga kebahagiaan.

Saya tahu. Kita lelah. Semua lelah.

Mari. Kita lihat. Apakah besok saya memang harus benar-benar berjuang sendiri demi kalian.

Di sini terlalu bau. Jijik.




Sja. Ruang, 4 Oktober 2010.

21.9.10

Betapa Beratnya Hidup Ini..

Hari ini adalah hari terberat bagi gue setelah selama dua tahun lebih atau empat semester (sekarang awal semester 5) menjalani perkuliahan.




Gimana gak berat, kalo lo harus memikul beban yang begitu banyak.. Begitu berat.. Seorang diri pula..

Mari kita lihat betapa menderitanya gue..

***

Ini sih ga seberapa berat, ya.. Kurang lebih 80 halaman.. Ya 4o lembar ada kali ya.. Tipis.. Buat kipas-kipas juga ga ada rasanya..


Begitu juga dengan binder gue yang bentuk dan isinya lebih pantes dibilang sampah..



Ini buku Pengantar Metodologi Penelitian Kebudayaan isinya absurd bin abstrak bin abnormal dan bin bin lainnya.. Bikin gue berasa jadi orang dengan intelektualitas tinggi deh pokoknya..

Yah, lumayan deh.. Ga tau dah berapa lembar isinya.. Maklum potokopian.. Jadi isinya juga rada-rada.. (Ketauan banget males ngitung, hehe)

Sampah banget.. Ga guna.. Niatnya mau ngerangkum pas di kampus tapi yaaaa.. Hehehe..


Ini juga gak kalah ga gunanya, nih.. Buku dengan 500 halaman atau sekitar 250 lembar bener-bener bikin gue menyesal bawanya..


Novel Boulevard de Clichy: Agonia Cinta Monyet ini sukses bikin gue jadi monyet beneran. Kalo kata iklan di tipi-tipi, ini buku cuma: Dilihat. Diraba. Diterawang. Kayak monyet kalo nemu sesuatu. Ya, intinya sebagai manusia modern ini buku gak guah apah-apahin.


Nah, ini dia nih. SANG JAWARA. Superdupermegamahadahsyattakterkalahkantaktertandingi.

KA-BE-BE-I!!


Es. U. Em. Pe. A. Ha. Sumpah. Gue gak ngerti mesti seneng apa sedih melihat kenyataan gue membawa buku sakti mandraguna ini.

1500 halaman. 750 lembar.

Good job!!

Mari kita kalkulasi beban hidup gue.

Pertama-tama, mari kita cari panjang rata-rata dari buku-buku di atas.

20 + 23 + 21 + 24 + 2o + 25
____________________ = 22,167 (dibuletin jadi 22 cm)
6

Terus, itung lebar rata-ratanya.

14 + 18 + 30 + 16 + 14 + 18
____________________ = 18,33 (dibuletin jadi 18 cm)
6

Sekarang cari luasnya.

22 x 18 = 396 cm

Ibaratin kertas beratnya 70 gsm. Jadi, tiap 1m x 1m kertas beratnya 70 gram.

10000 = 70
396 = x

Simsalabim, jadi berapah?! Prok-prok-prok!! Voila! Tanpa rumus panjang lebar diketahui jika nilai x adalah 2, 772 (buletin jadi 3).

Maka berat dari buku-buku tersebut adalah

(40 + 100* + 150* + 250 + 350 + 750) x 3 gr = 4920 gr = 4,9 kg

Ditambah embel-embel lainnya, ya jadilah berat kotor keseluruhan tas gue adalah 7 kg.

***


MAMAH! TOLONG ANAKMU YANG BERAT BADANNYA CUMA 45 KG INIH, MAMAH!!





*prakiraan jumlah lembar kertas