ya, dari lubuk hati yang paling amat dalam sekali, gue sih ya jujur aja, dulu sebelum akhirnya bahasa tulis alay ini begitu populer di masyakat, gue pernah lho, nulis sms dengan model kayak gitu (hmm.. gue jadi berpikir, apakah gue sebenarnya adalah pelopor bahasa alay?)
hmm tapi ya nggak sampe selebay, seekstrim, dan sekreatif bahasa alay sekarang sih, paling ya cuma gede kecil doang, maklum norak, zaman dulu, baru punya henpon, ehehehe.. tapi sekarang udah nggak lagi, SuMpAAaaHH!!
kenapa gue bilang bahasa alay sekarang itu kreatif? karena ya, emang dalam menciptakan bahasa tersebut perlu daya imajinasi dan kreativitas yang tinggi, serta diperlukan adanya sinkronisasi yang cepat dan tepat antara otak dan jari tangan ketika menulis bahasa tersebut sehingga menciptakan akurasi yang tinggi. (fiuuhh -__-")
sebenernya, bahasa alay nggak jauh beda kok sama bahasa prokem yang sampe sekarang pun masih kita pake. kata-kata seperti gue, elo, bokap, nyokap, doi, doku, dan printilan-printilan lainnya itu misalnya. bahkan, bahasa prokem itu nggak cuma dipakai di ragam lisan aja, tapi juga tulisan. beda sama bahasa alay yang cuma dipakai di ragam tulis aja. (ya, nggak kebayang aja kalo kalimat seperti "h4Y qMuuuWWhh gY ApZ? k CiNi dunGkz sX aZ.." dilisankan juga, apa dibacanya bakal jadi "h-empat-y kyumuweh giy apsz? ka cini dungkazet se-eks azet", nggak kan?
bicara bahasa alay kurang lengkap rasanya kalo nggak ngomongin anak-anak "yang dianggap" alay. ya dari segi penampilan, anak-anak alay memang udah punya deskripsi sendiri. dari ujung rambut sampe ujung kaki. dari lahir maupun batin. dari model rambut, baju, celana, sepatu, tas, dan asesoris pendukung lainnya. dari selera musik juga. kalo lo suka sama band-band indonesia macem st12, kangen band, wali, dan band-band tralala trilili lainnya, berarti anak alay. bahkan, ada anak yang diidentifikasi sebagai anak alay dari mukanya! (padahal pas lahir kan dia ga pernah mesen mau muka kayak apa).
udah jadi stereotip juga ini deh kayaknya, "pokoknya, kalo di dalam diri dia ada sesuatu yang identik dengan kealayan, berarti dia anak alay!"
daripada berfantasi yang nggak-nggak tentang penampilan anak alay, yok kite liat ilustrasi benny & mice dibawah ini.
saking fenomenal fantastis dan dramatisnya fenomena alay ini, superglad pun mbikin lagu yang judule d'allays. nih die liriknye.
Banyak istilah jaman sekarang
Ada yang bilang lebih jadi lebay
Anak kampungan dibilang alay-alay
Cewek gampangan dibilang Jablay
Sms huruf gede huruf kecil bikin pusing
huruf i diganti pake tanda seru
SKRG GRUGNSK bukan PSK
Semua disingkat biar lebih cepat
Genggezna.. Oh U Kewlna.. Oh U Luthuna
Perezna.. Oh U Cantiekna.. Oh U Kepona
Foto dengan angle dari atas
Mulut sedikit manyun tanpa harus tersenyum
Maaf dibilang MUV jadi dun kita capcuz
Apa yu gy di humz?
Phutu narciezzna gy ngapz di-Facebookna
Mank yu ga gy onlen?
Chayank dah muncul Ai luph yu
Gw binun jadi dudul
Genggezna.. Oh U Kewlna.. Oh U Luthuna
Perezna.. Oh U Cantiekna.. Oh U Kepona
Jaaaayuuuuzzz.. aaaaajjiibbbb.. saaaabbiiiiiii..
Aaa..alayalayalayalay..
Genggezna.. Oh U Kewlna.. Oh U Luthuna
Perezna.. Oh U Cantiekna.. Oh U Kepona
Henggezna.. Oh U Kewlna.. Oh U Luthuna
Perezna.. Oh U Cantiekna.. Oh U Kepona
wohooooo!!
kadang-kadang gue berpikir, kalo band-band yang tadi gue sebutin itu bikin video klip terus yang jadi modelnya adalah cewek-cewek cantik dan cowok-cowok guanteng yang amat jauh dari ciri-ciri anak alay terus lagi video klip itu muncul di acara seperti dahsyat, derings, inbox, mantap, atau hip hip hura yang dibawain oleh artis-artis ibukota seperti rafi ahmad, luna maya, dan olla ramlan,
APAKAH MODEL VIDEO KLIP SERTA PEMBAWA ACARA YANG CANTIK DAN GANTENG ITU DAPAT KITA KATAKAN SEBAGAI ANAK ALAY?
kadang-kadang gue berpikir lagi, sebenarnya alay adalah suatu bentuk pemberontakan atas ketidakmampuan dan keterbatasan seseorang demi tercapainya sebuah eksistensi yang utuh. (bo'elah. ngomong apa dah gua).
terlepas dari gue adalah pelopor bahasa alay atau bukan, gue sih cuma pengen menyampaikan, kalo sebenarnya
menjadi alay itu adalah pilihan.
sama kayak lo memilih untuk menjadi apatis ketika pemilihan umum, ya menjadi alay itu pilihan. lo sebenarnya bisa aja ikut nyoblos, tapi lo memilih untuk menjadi apatis karena satu dan lain hal. ya, sama aja, lo bisa aja kok menjadi tidak alay, tapi karena satu dan lain hal, lo tetap menjalani hidup sebagaimana layaknya anak alay (analogi yang aneh).
kita boleh nggak suka sama pilihan orang lain, tapi ya sudah, sebatas nggak suka aja, nggak perlu sampe gimana-gimana juga. selama mereka nggak ngerugiin kita, ya bebas-bebas aja. selama orang-orang itu suka menjalani hidup pilihan mereka yang demikian, yo weslah! percuma aja bangsa ini ngutip kata-kata mpu tantular dari kitab sutasoma, "bhineka tunggal ika" yang dijadiin pedoman negara ini, kalo itu pedoman cuma nempel di pajangan burung garuda. betul? *zainuddin mz wanna be*
hmm.. udah ah, sampe sini aja bahas alaynya.
salam manies selalu untuk kamu,
tertanda,
DedEpphSky CiNtA qMuu cLaLUuw gAx akAnn pErnaH rApuuh :)
*gambar dan lirik lagu nyomot dari dunia maya.

No comments:
Post a Comment