3.4.11
Tersenyumlah :)
Tersenyumlah meski kau terluka
Ku tau kau sedih janganlah berlarut
Tersenyumlah dunia kan bersinar
Kalau duka menyerang jiwa biar hanya hati yang merasa
Tersenyum yang manis biar dunia lebih
Bersinar cerah
Kini kau tak sedih ku jadi bahagia
Memandang mu tersenyumlah dunia kan bersinar
Naif - Tersenyumlah.
(Menyenangkan sekali mendengar lagu ini)
12.1.11
Sebagai satu redam perih, sebagai sampul diriku.
Angin berhembus bercabang.
Rinduku berbuah lara..
19.9.10
Hai, Penguasa!
Kau lupa, kau buta menyiksa kaum jelata
Berbicara lantang bertindak laksana ular
Kebodohan peperangan
Itulah yang engkau inginkan dari mereka
Hai penguasa sadarkah kau di sana
Terhina dan terluka lihatlah air mata mereka
Mencaci memaki menjilat kata mereka
Kini kau berada disimpang surga neraka
Lepaskanlah keangkuhan
Tuhan akan murka melihat tingkah lakunya
Penguasa-PAS Band
***
Ini lagu mantap banget liriknya! GRRRRRR!! Sayang yang kayak beginian malah justru kagak laku. Pasar demennya sama lagu cinta-cinta menyeh-menyeh, sih! Eh, tapi gue juga suka sama lagu cinta-cinta menyeh-menyeh itu gimana dong? Eh tapi kayaknya bukan yang itu juga sih. (Mmm.. Mungkin pasar takut diboikot sama si penguasa kalo lagunya macam gini? Au dah!) Mungkin para penghuni pasar dengan belagunya ngomong, "Yaelah, lagu kayak ginian mah jangan ke pasar deh! Ke laut ajyah! RRRRRRRR!! D:
14.8.10
Q #12
28.7.10
born to...
Q #10
24.7.10
18.6.10
Please Mr. Postman
Oh yes, wait a minute, Mr Postman
Wait
Wait Mr Postman
Please Mr Postman look and see
If there’s a letter in your bag for me
Please, Please, Mr Postman
Why’s it takin’ such a long time
For me to hear from that boy of mine
There must be
Some word today
From my boyfriend
So far away
Please Mr Postman
Look and see
If there’s a letter
A letter for me
I’ve been standin’ here
Waitin’ Mr Postman
So patiently
For just a card
Or just a letter
Sayin’ he’s returning’
Home to me
So many days
You passed me by
See the tears
Standin’ in my eyes
You didn’t stop
To make me feel better
By leavin’ me
A card or a letter
( Why don’t you check it and see one more time
for me you gotta )
Wait a minute, wait a minute…
Mr Postman
Mr Postman look and see
C’mon deliver the letter, the sooner, the better
Mr Postman
29.5.10
25.5.10
Ingatlah
Kita pernah ada
Di satu masa bersama
Walau kini tak sama
Jangan lupakan indahnya
Ingat dan teruslah kau kenang-kenang semua
Kata-kata tak perlu kau ucapkan juga
Asal kau terus kau simpan dalam sudut jiwa
Ku ‘kan dapat merasakannya
Masih selalu ada
Cerita lama dan tawa
Masih tersimpan juga
Sedih saat kau tak ada
Ingat dan teruslah kau kenang-kenang semua
Kata-kata tak perlu kau ucapkan juga
Asal kau terus kau simpan dalam sudut jiwa
Ku ‘kan dapat merasakannya
Ingat dan teruslah kau kenang-kenang semua
Kata-kata tak perlu kau ucapkan juga
Asal kau terus kau simpan dalam sudut jiwa
Ku ‘kan selalu merasakannya
Ku percaya jalanan kita
Semestinya membawa bahagia
Ingat dan teruslah kau kenang-kenang semua
Kata-kata tak perlu kau ucapkan juga
Asal kau terus kau simpan dalam sudut jiwa
Ku ‘kan dapat merasakannya
Ku ‘kan selalu merasakannya
Kita pernah ada
Di satu masa bersama
Monita Tahalea-Ingatlah.
2.5.10
Mesin Penenun Hujan
7.3.10
Untukku
27.2.10
Lagu Malam Ini
Bimbang
Pertama kali aku tergugah
Dalam setiap kata yang kau ucap
Bila malam tlah datang
Terkadang ingin ku tulis semua perasaan
Kata orang rindu itu indah
Namun bagiku ini menyiksa
Sejenak ku fikirkan untuk ku benci saja dirimu
Namun sulit ku membenci
Pejamkan mata bila kuingin bernafas lega
Dalam anganku aku berada disatu
Persimpangan jalan yang sulit kupilih
Ku peluk semua indah hidupku
Hikmah yang ku rasa sangat tulus
Ada dan tiada cinta bagiku tak mengapa
Namun ada yang hilang separuh
Diriku
12.1.10
KAMAR GELAP: EFEK RUMAH KACA, 2008
gerak maju berirama
detaknya dimana mana seperti udara
hidup bagai balerina
menghimpun energi, mengambil posisi
mmenjejakkan kaki, meniti temali
merendah meninggi rasakan api, konsentrasi
biar tubuhmu berkelana, lalui kegelisahan
mencari keseimbangan mengisi ketiadaan
di kepala dan di dada
hidup trasa begitu lentur
raba tekstuur ciptakan gestur
berjingkat tidak teratur seperti melantur
hidup terasa begitu lentur
lapar bagai hama tak ada yang tersisa
dedikasi dijaga berjejal di kepala
demi sanak saudara hingga menyesakkan dada
diskriminasi hanya untuk kita semua
kado bersama sama di musim perik tiba
yang muda lari ke kota, berharap tanahnya mulia
kosong di depan mata, banyak asap di sana
menanam tak bisa, menangis pun sama
gantung cita cita di tepian kota
setiap ku peluk dan menangisi hijau pucatnya cemara
yang sedih aku letih
dengarkah? Jantungku menyerah, terbelah di tanah yang merah
Gelisah dan hanya suka bertanya pada musim kering
melemah dan melemah
Hujan, hujan jangan marah...
karena setiap aksara membuka jendela dunia
kata demi kata mengantarkan fantasi
habis sudah, habis sudah
bait demi bait pemicu anestesi
hangus sudah, hangus sudah
karena setiap abunya membangkitkan dendam yang reda
karena setiap dendamnya menumbuhkan hasutan baka
tidak punah jadi sejarah
yang bicara adalah cahaya
dikonstruksi dikomposisi
padam semua lampu
semua lampu
membekukan yang cair
mencairkan yang beku
jangan kabur berjamur
segala negatif menuju positif
kekal...
hingga saat ini menimbulkan tanya
engkau dan aku menuju ruang hampa
tak ada sesiapa hanya kita berdua
kau belah dadaku mengganti isinya
dihisap pikiranku memori terhapus
terkunci mulutku menjeritkan pahit…
uuuuu….
hingga kau belah rongga dadaku
mengganti isinya dengan batu
hinggat kau kunci rapat mulutku
engkau dan aku bumi dan langit
padahal hanya iseng belaka
ketika birahi yang juara
etika menguap entah kemana
oh nafsu menderu deru
bikin malu...
oh nafsu menderu deru
susah maju...
rekam dan memamerkan badan yang lainnya
mungkin hanya untuk kenangan
apakah kita tersesat arah
mengapa kita tak bisa dewasa
yang kau janjikan
kau bawa bara berserak di halaman
hingga kekeringan
oh dimana terang yang kau janjikan
aku kesepian
dimana tenang yang kau janjikan
aku kesepian
dimana menang yang kau janjikan
aku kesepian
sepi...
ku tak melihat kau membawa tenang
yang kau janjikan
kau bawa debu bertebar di beranda
berair mata
seorang lelaki melintas menyimpan malu
menyusul langkah sang gadis yang mungil
tapak kakinya yang lelah menyisakan perih
nanti malam kan ia jerat rembulan
disimpan dalam sunyi hingga esok hari
lelah berpura pura bersandiwara
esok pagi kan seperti hari ini
menyisakan duri, menyisakan perih
menyisakan sunyi...aaa...
berharap gadis mengerti hatinya
tetes keringat mengalir mencoba melawan ragu
malu membelenggu
ada yang mekar, serupa benalu
tak mau temanimu
lekas,
bangun tidur berkepanjangan
menyatakan mimpimu
cuci muka biar terlihat segar
merapikan wajahmu
masih ada cara menjadi besar
ada yang runtuh, tamah ramahmu
beda teraniaya
ada yang tumbuh, iri dengkimu
cinta pergi kemana?
memudakan tuamu
menjelma dan menjadi indonesia
kalau kami tak percaya, lantas kau mau apa?
kamu tak berubah, selalu mencari celah
lalu smakin parah, tak ada jalan tengah
pantas kalau kami marah, sebab dipercaya susah
jelas kalau kami resah, sebab argumenmu payah
kamu ciderai janji, luka belum terobati
kami tak mau dibeli, kami tak bisa dibeli
janjimu pelan pelan akan menelanmu
ini mosi tidak percaya, jangan anggap kami tak berdaya
ini mosi tidak percaya, kami tak mau lagi diperdaya
ingin sekali melompat.
dari ketinggian di ujung sana.
menuju entah apa namanya.
coba buka lah mata.
indah di bawah sana.
tutup rapat kedua telinga.
dari bisikan entah dimana.
kau terbang dari ketinggian mencari yang paling sunyi.
dan kau melayang mencari mimpi2 yang tak kunjung nyata.
kulihat engkau terkulai
tubuhmu membiru tragis. tragis.
perihmu yang menganga.
tak hentinya bertanya.
hidup tak selamanya linier.
tubuh tak seharusnya tersier.
coba bukalah mata.
indah di bawah sana.
tutup rapat kedua telinga.
dari bisikan entah dimana.
29.12.09
Lyrics by The Trees and The Wild
cause all this thoughts and all this hopes
will go blue
time awaits you now
and breaks you now
i'm on your side
i'm on your side
i'm on your side
and memories is all we got
so hold my hand
and we’ll ease it out
tonight tonight
i can feel you in my sleep
the fear of eve is in my grief
the smile of light is flashing both my eyes
i'll be sitting and i'll be waiting for you
Is all you need to break toys
That’s all you need
That’s all you want
That’s all you see
Inside this grief
Follow me to start a war
Cause you won’t see your
Fading scores
That’s all you want
That’s all you need
For you i’ll bleed
Why can’t you see?
all you want is the truth
all you want is the truth
and in disguise you’ll
know what’s true
but i won’t see you now or
in two days
and fear of lust, old lust
don't believe the words he sold so fierce
through those tubes, old tubes..
move inside your skin i don't mind dying
i wish i was blind just for awhile
an ageless cloak covers the oak
don't believe a word
don't believe a word
anchorage is so far don't you think?
but why we're feeling this blistering, blistering cold?
move inside your skin i don't mind dying
i wish i was blind just for awhile
an ageless cloak covers the oak
don't believe a word
don't believe a word
it lurks like spinning wheels
don't believe in words
don't believe in words
i'll pay tribute to the wires and tubes
wires and tubes
wires and tubes


