Showing posts with label absurd dialog. Show all posts
Showing posts with label absurd dialog. Show all posts

3.11.16

ini kisah soreku

di suatu sore yang tenang aku membeli somay sepuluh ribu isinya dua somay dua otakotak dan tiga gulung kol dengan seguyur bumbu kacang dan kecap manis tapi tidak pakai saos slurp aku sudah membayangkan sungguh lezat nian somay ini lalu baru beberapa langkah kumeninggalkan kedai somay berjalanlah beriringan anakanak bocil yang sepertinya hendak memancing aku pun membatin wah bagus juga ini bocahbocah pada mancing ikan daripada mancing keributan yekan eaea lalu di tengahtengah pergumulan batin itu tibatiba ada satu anak yang membuat batinku terguncang heibad kenapa karena kupingku menangkap suaranya yang samarsamar berkata ih ini cewek apa laki astaga hatiku hancur padahal rambutku ini sudah panjang sudah kurawat dengan sampo metal fortis sampo yang merawat total rambutrambut for para artis apa wajahku ini terlampau mas kulin sampaisampai anak itu mengira aku adalah anak gembala eh salah maksudnya anak cowo gondrong lalu aku melihat dadaku oh ya aku sadar yayaya mungkin karena itu ah baiklah kumaafkan saja dia karena dia anakanak tapi untuk yang bukan anakanak tolong ya jangan melihat perempuan dari dadanya saja dan sebenarnya ya paling penting sih ya jangan lihatin dada perempuan apalagi sampai jelalatan gitu apalagi sampai mengeluarkan katakata yang tidak pantas huft tolong ajarkan hal ini pada anakanakanda hmmmmm ya alloh aku tak mengerti apa yang kurasa rindu yang tak pernah begitu heibadnya aku mencintaimu lebih dari yang kautahu meski kau takkan pernah tahuhuhuhualaaaaah kok ujungnya begini

25.2.16

Di Kereta #3

Lho, kok sepi, ya? Tumben.

“Jalur 1 segera masuk KRL Commuterline jurusan blablablabla, penumpang yang akan naik, harap berdiri di belakang garis kuning.”

Wah, lowong. Tumben.

Wah, lelet amat. Tumben. Hmm.

Wah, kok nggak itu pintu nggak nutup-nutup. Kok nggak jalan-jalan ini kereta. Madekipe. Mana udah jam segini. Mati gue.


“Kepada seluruh penumpang KRL Commuterline jurusan blablabla, kami mohon maaf, kereta belum bisa diberangkatkan karena masih menunggu antrean kereta.”

Wut, what?

Kereta mogok. Nggak jalan-jalan. Lho, ada apa ini ada apa? Semua orang mencuit. Semua orang update status.


Waladalah! Iki ono opo, tho? Kok sedari tadi keretanya ndak jalan-jalan?! Piye tho iki? Sampeyan ndak tahu kalau saya ini lagi buru-buru?

Duh, gangguan terus, deh. Kasih solusi, donk! Jangan minta maaf doang dari tadi.

Waduh, maap, Mas. Maap, Mbak. Saya nggak bisa kasih solusi. Namanya juga nasip. Kita harus bertanggung jawab atas diri kita sendiri.

Mbak, kayaknya aku telat. Kereta gangguan.

Kamu nakal, sih. Jangan digangguin dong, keretanya.


“Kepada seluruh penumpang KRL Commuterline, kami mohon maaf, kereta belum bisa diberangkatkan karena ada keusakan rel.”

Hmm. Hmm. Hati makin nggak keruan. Orang-orang mulai keluar dari kereta.

Duh, masih lama nggak, ya?

Gojek aja, deh.

“Kepada seluruh penumpang KRL Commuterline, saat ini kereta belum bisa diberangkatkan karena masih menunggu teknisi untuk memperbaiki rel yang patah.”

Gangguan. Rel patah. Nggak apa-apa, asal bukan hati yang patah.

Kata siapa nggak apa-apa? Hati yang patah cuma melukai perasaan beberapa orang, tapi kalau rel yang patah... waduh! Berapa ratus orang yang perasaannya terluka? Wkwkwkwk.

Nggak apa-apa, ya. Yang penting jangan patah semangat.

“Kepada seluruh penumpang KRL Commuterline, silakan berpindah ke kereta di jalur 2 blablablabla...”

Walah! Ambyar. Amburadul.

Yang masih di dalam kereta menyeruak ke luar. Bujug buneng! Ini orang semua? Yang keliatan cuma kepala, yang kayak pentol korek.

Ada yang angkat-angkat henpon tinggi-tinggi. Biar bisa dapat gambar bagus. Gambar pentol korek yang bagus. Lumayan, buat update di Path.

“Jalur 2 segera masuk KRL Commuterline jurusan...”

Hiyaaa. Mana bisa naik kalau begini kisahnya. Nunggu lagi aja, deh.

Hah, mau sedih, deh. Begini amat. Duh. Tapi ngapain gue sedih, ya?


“Kepada seluruh penumpang KRL Commuterline jurusan blablablabla, silakan berpindah ke jalur 1 karena kereta sudah dapat diberangkatkan blablablabla...”

Heee? Pindah lagi? Waduh! Kalau jalan, muter lewat tangga, jauh! Bisa-bisa nggak bisa naik kereta ini, mah. Loncat dari peron aja apa? Loncat aja, ya? Loncat aja, deh!

Kapan lagi loncat dari peron. Yha, anggap aja ini hiburan buatmu yang ndak bisa traveling ke mana-mana kayak orang-orang, Nduk.

Seru.

15.1.16

Di Perjalanan #1

Pelebaran jalan di mana-mana. Tanah berumput menjadi aspal. Batang pohon menjelma tiang-tiang dingin.

Yayaya, jalanan makin lebar. Pikiran makin sempit.

14.1.16

Di Kereta #2

Aku punya tujuan, dia punya tujuan. Tujuan yang sama, tujuan yang beda. Duduk, berdiri. Kosong, berdesakan. Harum parfum, bau keringat. Segar, bersinar, mengantuk, lelah, penat. Perjalanan lancar, kereta terlambat, gangguan.

Kereta penuh. Dia sudah sampai ke tujuan. Tujuanku masih jauh. Dia mendorongku keluar. Aku tak bisa menahan.

Aku keluar, lalu masuk lagi.
Tujuanku masih jauh.

Selamat pagi.

Di Kereta #1

Karena aku, kamu, kami, kita
merasa punya hak yang sama
untuk duduk.

Selamat pagi.

7.7.11

emang enak?

emang enak.. *keselek*

hahaha emang enak!

17.6.11

Abacus: Sebuah Drama Tragedi


ADEGAN 1

Heh! Awas, ya.
Liat aja lo, gue bakal bikin perhitungan sama lo!

Oh, silakan..
Gue nggak takut tuh sama lo!

Wah, nantangin..
Udah mulai berani lo ya sama gue?!

Siapa yang takut sama lo?
Dari dulu bilangnya mau bikin perhitungan sama gue.
Ngitung mulu, mana hasilnya?
Bisa ngitung nggak sih?

*ambil sempoa*




THE END BAHASA INDONESIANYA TAMAT





sumber gambar: http://weheartit.com/entry/10766734. Thanks to Cinta Cenat Cenut.

Luka-luka Su
Su nama orang?
Lukanya Su?
Su artinya indah,
luka-luka yang indah?
Suka-suka lu

7.2.11

"Dep, apa yang nggak lo suka dari seorang cowok?"
"Hmm.. Nggak tahu gue."
"Apa kek gitu, masa nggak ada, misalnya lo gak suka cowok yang ngerokok atau apa gitu?"
"Hmm, nggak tahu. Karena menurut gue, rasa nggak suka itu bisa berubah dan hilang.."


7211, 9205.

11.1.11

'...'

"mari kita bicara tentag definisi kebebasan. menurutmu, apa definisi kebebasan?"
"saya tidak tahu. tidak ada. tidak perlu didefinisikan."
"mengapa begitu?"
"ketika kita membicarakan definisinya, yang ada hanyalah limitasi dari kebebasan itu sendiri. ya, begitulah. mengerti?"
"hahaha.. kalau begitu, mari kita buang otak kita"


sja.

9.12.10

Eaaaa..

Yang bertanya: Kuliah di mana?
Yang menjawab: UI.
Yang bertanya: WAAAAAAHH.. Jurusan apa?
Yang menjawab: Sastra Indonesia.
Yang bertanya: OH.