Amanda 1
Tadi malam seorang penyihir datang.
“Berenanglah,” ujarnya.
“Berenanglah, dan terus berenang, hingga terlelah untuk tidak tenggelam.”
Maksim 1
Sebuah taman kota tampak sepi.
Angin bertiup ramah. Daun-daun beterbangan, jatuh ke atas rumput hijau.
Tidak ada yang lebih menarik dari kesepian itu.
Amanda 1
Banyak orang bermain rerumputan di taman.
Mereka tertawa bahagia, menari gembira, bernyanyi, saling tegur, saling sapa.
Maksim 1
Di malam hari bulan tampak cantik dan sombong.
Bintang-bintang bersembunyi di balik cahaya bulan.
Amanda 1
Kau suka bulan?
Maksim 1
Ya. Cantik.
—
Kau sendiri?
Amanda 1
Tidak.
Maksim 1
Kenapa?
Amanda 1
Kedatangannya menyakitkan.
*Tokoh dan percakapan dari cakapan 1 sampai 6 (Ya. Cantik) merupakan pinjaman dari percakapan antara Maksim 1 dan Amanda 1 dalam naskah drama “Naluri di Batas” karya Teater Pagupon FIB UI.
“Berenanglah,” ujarnya.
“Berenanglah, dan terus berenang, hingga terlelah untuk tidak tenggelam.”
Maksim 1
Sebuah taman kota tampak sepi.
Angin bertiup ramah. Daun-daun beterbangan, jatuh ke atas rumput hijau.
Tidak ada yang lebih menarik dari kesepian itu.
Amanda 1
Banyak orang bermain rerumputan di taman.
Mereka tertawa bahagia, menari gembira, bernyanyi, saling tegur, saling sapa.
Maksim 1
Di malam hari bulan tampak cantik dan sombong.
Bintang-bintang bersembunyi di balik cahaya bulan.
Amanda 1
Kau suka bulan?
Maksim 1
Ya. Cantik.
—
Kau sendiri?
Amanda 1
Tidak.
Maksim 1
Kenapa?
Amanda 1
Kedatangannya menyakitkan.
*Tokoh dan percakapan dari cakapan 1 sampai 6 (Ya. Cantik) merupakan pinjaman dari percakapan antara Maksim 1 dan Amanda 1 dalam naskah drama “Naluri di Batas” karya Teater Pagupon FIB UI.
No comments:
Post a Comment