24.12.09

Amanda Tidak Suka Bulan*


Amanda 1

Tadi malam seorang penyihir datang.
“Berenanglah,” ujarnya.
“Berenanglah, dan terus berenang, hingga terlelah untuk tidak tenggelam.”

Maksim 1
Sebuah taman kota tampak sepi.
Angin bertiup ramah. Daun-daun beterbangan, jatuh ke atas rumput hijau.
Tidak ada yang lebih menarik dari kesepian itu.

Amanda 1
Banyak orang bermain rerumputan di taman.
Mereka tertawa bahagia, menari gembira, bernyanyi, saling tegur, saling sapa.

Maksim 1
Di malam hari bulan tampak cantik dan sombong.
Bintang-bintang bersembunyi di balik cahaya bulan.

Amanda 1
Kau suka bulan?

Maksim 1
Ya. Cantik.
—
Kau sendiri?

Amanda 1
Tidak.

Maksim 1
Kenapa?

Amanda 1
Kedatangannya menyakitkan.

*Tokoh dan percakapan dari cakapan 1 sampai 6 (Ya. Cantik) merupakan pinjaman dari percakapan antara Maksim 1 dan Amanda 1 dalam naskah drama “Naluri di Batas” karya Teater Pagupon FIB UI.

No comments:

Post a Comment