1.9.10

Saya Bahagia Terlahir sebagai Makhluk Bernama Perempuan*

oleh Ani Nuraini Syahara, 0806466166


Ani Nuraini Syahara. Dari namanya saja, kalian tentu tahu bahwa pemilik nama itu adalah seorang perempuan. Ya, saya terlahir ke muka bumi ini sebagai seorang perempuan. Dan saya bersyukur karena itu.

Baik laki-laki maupun perempuan pasti pernah merasakan suka duka menjadi makhluk ciptaan Tuhan. Sebagai salah satu makhluk ciptaan Tuhan, pastilah saya merasakan hal yang demikian. Di satu sisi, saya merasa senang, bahagia, dan beruntung karena terlahir sebagai seorang perempuan. Namun, di sisi lain--saya pun tidak dapat memungkiri jika--sering muncul kesedihan melihat kenyataan bahwa saya adalah manusia berjenis kelamin perempuan.

Alasan yang membuat saya senang, bahagia, dan beruntung karena terlahir sebagai perempuan adalah karena banyak kebahagiaan dan keuntungan yang saya dan perempuan-perempuan lain rasakan. Dalam keluarga, kadang saya merasa 'lebih diutamakan' daripada kakak laki-laki saya, terlebih lagi mengingat saya adalah anak bungsu dan anak perempuan satu-satunya. Istilah-istilah seperti ladies first dan ladies day adalah contoh lainnya. Istilah tersebut menggambarkan adanya semacam penghormatan dan pengistimewaan terhadap kaum perempuan.

Di sisi lain, sungguh sulit bagi saya untuk menerima kenyataan bahwa saya adalah seorang perempuan terutama ketika saya harus merasakan sakit yang mendera saat periode kewanitaan datang. Kedatangan bulan saat itu seringkali membuat saya seperti tercabik-cabik. Dan hal itu tak jarang membuat saya berpikir, "Tuhan, bolehkah saya berganti kelamin menjadi laki-laki?". Sungguh pikiran yang konyol dan gila mungkin, tetapi itulah yang saya rasakan.

Namun, pada akhirnya saya menyatakan bahwa saya merasa beruntung dan bahagia karena terlahir ke muka bumi ini sebagai makhluk yang bernama perempuan. Karena pada dasarnya, kebahagiaan atau ketidakbahagiaan yang saya terima dan rasakan adalah satu bentuk keadilan Tuhan. Dan saya bersyukur atas keadilan Tuhan itu.


*Tugas mata kuliah Gender dalam Sastra.

No comments:

Post a Comment